Sunday, 17 February 2013

Cerpen kimia. Apakah air dan larutan dapat menghantarkan listrik?

Penulis mencoba menerapkan cara belajar kimia yang menyenangkan khususnya bagi para siswa yang tidak terpaku pada textbook. Tujuannya tidak lain untuk mempermudah pemahaman pembaca mengenai materi kimia. Di tulisan pertama ini, penulis mencoba menyajikan cerpen kimia mengenai sifat hantar listrik larutan. Materi ini dipelajari di SMA kelas X. Selamat membaca.

Something Diluted in the Water

                Di suatu pagi, matahari masih malu-malu menyapa murid-murid yang tetap semangat datang ke sekolah. Bel masuk pun berbunyi, anak-anak dengan tertib masuk ke kelas. Murid-murid menanti dengan tidak sabar guru favorit mereka, meskipun terkadang ada saja yang kurang memahami pelajarannya. Sosok guru yang berwajah indo, berkulit putih, dan berjilbab. Para guru dan murid akrab memanggilnya Miss Clara. Miss Clara adalah seorang mualaf, dahulu ia kuliah di Faculty of Science, Monash University, Australia. Namun ia sejak kecil sudah tinggal di Jakarta, kampung halaman ibunya sehingga ia fasih berbahasa Indonesia, meskipun logatnya kebule-bulean. 
Tidak lama kemudian, suara derap langkah Miss Clara terdengar oleh murid-murid di kelas X-A, tentu saja dengan style modisnya bahkan hingga suara langkahnya murid-murid sudah hapal benar. Di sekolah ini, Miss Clara mengajar mata pelajaran kimia. Para murid menyambut dengan senyum ramah ketika Miss Clara masuk ke dalam kelas. Miss Clara pun memulai pelajarannya dengan menyapa anak muridnya yang manis-manis itu. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, sapanya hangat. ‘Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Miss” jawab anak-anak serempak. Miss Clara tersenyum memperhatikan wajah murid-muridnya seraya mengabsen adakah yang tidak masuk. “One person, siapa yang tidak masuk anak-anak?”, tanya Miss Clara sambil duduk dan membuka buku absensinya. Murid-murid tertuju pada satu bangku yang kosong. Serempak mereka menjawab, “Yoga Miss“. Miss Clara mengangguk dan berkata ,”Oke, thank you”. Logat bulenya dan bahasa campurannya sangat disukai anak-anak karena anak-anak merasa bisa mengasah kemampuan listening mereka ketika Miss Clara berbicara. “Hari yang menyenangkan”, pikir mereka.
“Anak-anak, lets start our lesson, are you ready?” tanya Miss Clara. “Ready, Miss!” jawab mereka serempak. “Ok, class, now, kita akan belajar tentang larutan, or solution in English, not solusi in bahasa ya.” Miss Clara memperjelas. Para murid mengangguk memperhatikan setiap ucapan guru favorit mereka  yang selalu tampak bersemangat. “Kalian pasti sudah sering mendengar tentang larutan. Apa sih sebenarnya larutan itu? What do you know about solution atau larutan?” Miss Clara melempar pertanyaan pada muridnya yang terkesan bengong itu. Para murid seperti biasa, saling tengok satu sama lain. “No one can answer? Jangan takut salah, kalian harus berani speak up, class, come on.” Miss Clara kembali memperhatikan murid-muridnya. Akhirnya seorang murid mengacungkan tangannya dan menjawab, “Larutan penyegar yang bisa menghilangkan panas dalam Miss, seperti yang di iklan TV itu loh”, celoteh Derbi, seorang anak yang berpostur agak gemuk dan dikenal sebagai anak yang humoris di kelas X-A. Tak lama kemudian, murid-murid di kelas itu tertawa mendengar jawaban Derbi, kelas seketika menjadi ramai. Miss Clara tersenyum dan tak lama kemudian ia mengangkat tangannya ke atas, ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O, persis seperti akan menyentil, seketika itu pula kelas menjadi tenang. Ya, Miss Clara memang selalu memiliki cara untuk menarik perhatian anak-anak. Hanya dengan satu isyarat dari jemarinya yang lentik itu, kelas yang gaduh, seketika menjadi tenang dan kembali kondusif.
Miss Clara melanjutkan pelajarannya, “Ok, class, anyone else, who will try to give an opinion?” Viola, seorang murid perempuan yang cukup famous di sekolah itu karena kepandaiannya mencoba menjawab, “Larutan menurut saya adalah jika ada suatu zat yang jika dilarutkan dalam air, zat itu akan tercampur dalam air, Miss, tidak terlihat lagi bentuk fisiknya, seperti jika kita membuat larutan garam atau gula misalnya.” Miss clara tersenyum senang, para murid terperanga mendengar jawaban Viola. “Nice answer, Viola!”, Miss Clara memuji kelogisan cara berpikir Viola mengenai materi yang belum ia ajarkan sebelumnya. “Benar yang dikatakan Viola, jadi di dalam larutan itu ada zat terlarut dan ada zat pelarut. Misalnya kita membuat larutan garam, maka zat terlarutnya adalah garam, zat apapun yang dilarutkan or something diluted in the water called zat terlarut. Sedangkan kita melarutkannya dengan air, right? Therefore, water called pelarut. So,  if i talk about pelarut, you must think about?”, Miss Clara meyakinkan pemahaman anak muridnya dengan pernyataan yang menggantung. Serempak anak-anak menjawab, “Wateeeer”. “Good”, jawab Miss Clara dengan mengacungkan jempolnya. Murid-muridpun merasa bangga karena dapat menjawab pertanyaan Miss Clara.



Now, Miss akan ceritakan tentang salah satu sifat larutan, yang ada kaitannya dengan materi setelah materi larutan selesai. Sifat yang dimaksud adalah sifat hantaran listrik or electricity”, ujar Miss Clara dengan logat bule yang khas. “Solution atau larutan terbagi menjadi dua, antara lain larutan yang dapat menghantarkan listrik called electrolite solution (larutan elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik called non-electrolite solution (larutan nonelektrolit. Larutan seperti apa yang dapat menghantarkan listrik?” tanya Miss Clara memecah kesunyian kelas. Para siswa menggeleng, lebih tepatnya mereka lebih suka menunggu jawaban yang sudah pasti benar dari Miss Clara sendiri. Nampaknya Miss Clara memahami ekspresi para murid di depannya. Miss Clara mengambil spidol hitam dari pencil case berwarna ungu yang ia bawa setiap mengajar. Miss Clara menuju papan tulis dan membuat bagan untuk memudahkan para murid mencatat. 







 



“Oke, class, lets see on the whiteboard please, after you understand what i’ll explain, you can write down this chart on your notebook!” seru Miss Clara mengusik kekhusyukan murid-muridnya yang sedang ikut mencatat apa yang ditulisnya di papan tulis. Para murid segera mengatur posisi duduknya, mereka ingin konsentrasi agar dapat mengerti apa yang akan disampaikan guru favorit mereka. “Larutan elektrolit dibagi lagi menjadi dua, ada larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna. Do you remember, what is ionization means?” Miss Clara kembali memastikan bahwa murid-muridnya masih mengingat materi semester sebelumnya melalui pertanyaan yang terlontar di sela-sela kekhusyukan muridnya. Kali ini Miss Clara ingin menunjuk salah seorang muridnya untuk menjawab muridnya. Murid yang beruntung itu adalah Anilina, Miss Clara sangat sering menyebut nama Anilina, hal ini menimbulkan tanda tanya bagi teman sekelas Anilina, sehingga di luar jam pelajaran ada salah satu murid yang bertanya kepadanya. Jawaban Miss Clara cukup mengejutkan, katanya, nama Anilina mengingatkannya pada suatu senyawa benzena yang memiliki gugus NH2, lebih tepatnya Anilina = C6H5NH2. Para siswa tersenyum. Bingung.
“Ionisasi adalah perubahan suatu senyawa menjadi ion-ionnya Miss”, jawab Anilina dengan lugas. “Good”, jawab Miss Clara mengiyakan. “Ciri-ciri dari larutan elektrolit kuat yaitu apabila diadakan suatu percobaan dengan rangkaian listrik dan sumber listriknya adalah larutan elektrolit kuat, maka yang kalian amati adalah lampu menyala terang dan timbul gelembung gas pada elektrode.” urai Miss Clara menjelaskan. “Larutan yang termasuk larutan elektrolit dapat berupa senyawa yang berikatan ionik maupun kovalen. Namun, hanya senyawa berikatan kovalen polar yang dapat menghantarkan listrik.
Now, I will give you an answer, how about salt which is use for cooking, NaCl, Sodium chloride, or garam dapur. Dapatkah NaCl menghantarkan listrik? Who can answer?” Miss Clara menantang muridnya dengan pertanyaan yang sederhana menurutnya. Murid-murid beragam ekspresinya, ada yang menunduk karena takut ditunjuk, ada yang membolak-balik buku paket karena panik, ada yang saling diskusi, dan tentu saja ada yang menggeleng dan bengong. Kali ini Miss Clara menunjuk Ahmad, seorang murid yang dikenal alim di sekolah itu, “Ahmad, can you answer?”. Dengan yakin, Ahmad menjawab,”InsyaAllah Miss. Larutan garam bisa menghantarkan listrik dengan sangat baik, Miss, kan namanya larutan elektrolit kuat. Tapi, kalau garamnya masih berupa padatan, atau belum dilarutkan air, maka ia tidak dapat menghantarkan listrik, Miss, termasuk nonelektrolit.” Miss Clara tersenyum sambil mengangkat ibu jarinya ,”Very , very, very good Ahmad, thank you.” Ahmad menjawab dengan santai,” Alhamdulillah, you’re welcome.”
Sambil berjalan pelan mengelilingi kelas, Miss Clara menjelaskan tentang larutan elektrolit lemah,”Larutan elektrolit lemah yaitu larutan elektrolit yang mengalami sedikit ionisasi (terion tidak sempurna. Jadi ion-ion yang dihasilkan lebih sedikit dibanding elektrolit kuat. Dengan percobaan yang sama, dengan larutan yang berbeda, hasil pengamatannya lampu tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada elektrode. Tetapi tidak sebanyak elektrolit kuat gelembungnya. Sebagian besar larutannya adalah senyawa kovalen, contohnya larutan asam cuka(CH3COOH), amonium hidroksida (NH4OH), etc. Any question?” Murid- murid serentak menjawab, “No, Miss”. Mereka memang sangat antusias jika Miss Clara mengajar. Mereka mengerti setiap apa yang dijelaskan Miss Clara dengan logat bulenya.

Tanpa membuang waktu, Miss Clara menjelaskan juga mengenai larutan nonelektrolit, ”Larutan nonelektrolit as you know before, the word non berarti no, tidak. So, larutan nonelektrolit  means larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Why? Because in the water, tidak ada yang terionisasi. Pada hasil pengamatan tidak akan tampak gelembung, ataupun nyala lampu. Lampu tidak akan menyala. Contohnya larutan gula, larutan glukosa, larutan urea. Semua senyawa ini memiliki ikatan kovalen nonpolar. Selain itu, seperti yang tadi dikatakan teman kalian, senyawa ionik dapat menjadi nonelektrolit jika masih dalam bentuk padatan atau lelehannya, belum dilarutkan dalam air sehingga zat tersebut tidak mengion. Do you understand class?”

Miss Clara tidak lupa memberi catatan pada muridnya untuk bahan belajar di rumah. Muridnya segera menyalin catatan dengan rapi pada buku catatan mereka. Miss Clara mempermudah murid untuk menghapal dengan menggunakan tabel. Miss Clara sangat berharap murid-muridnya dapat memahami materi ini dengan baik sehingga selain dapat memperoleh nilai yang memuaskan, nantinya muridnya juga akan lebih mudah menghadapi materi-materi yang berkaitan. 

Tabel perbedaan Larutan Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Nonelektrolit
Elektrolit kuat
Elektrolit lemah
Nonelektrolit
Dalam larutan terionisasi sempurna

ditandai dengan derajat ionisasi  mendekati 1

Jumlah ion dalam larutan sangat
banyak

Menunjukkan daya hantar listrik
yang kuat

dalam percobaan, nyala lampu terang

Gelembung yang dihasilkan banyak

Contoh:
Ikatan kovalen polar:  larutanHCl, HBr, HI, HNO3,H2SO4  
Ikatan Ion: larutan NaCl(aq), NaBr, CaCl2, dan BaCl2, NaOH
*hanya yang berwujud larutan (aq)

Dalam larutan terionisasi sebagian

Derajat ionisasi kurang dari 1


Jumlah ion dalam larutan sedikit


Menunjukkan daya hantar listrik yang lemah

Nyala lampu redup bahkan padam

ada gelembung yang dihasilkan


Contoh:
Larutan HNO2 (aq), H3PO4(aq), H2SO3(aq),
Al(OH)3(aq), NH4OH(aq)
Dalam larutan tidak terionisasi


Derajat ionisasi sama dengan nol


Tidak ada ion dalam larutan


Tidak memiliki daya hantar listrik


Lampu tidak menyala


Tidak ada gelembung


Contoh:
Larutan C6H12O6 (glukosa), C12H22O11,
CO(NH2)2 (urea), dan C6H6 (benzena), NaCl(s)
 
 Semoga bacaan ini bermanfaat ya.. SalamAnis.



No comments:

Post a Comment